Followers

Friday, July 24, 2009

kecil tapi berbisa

“Senjata apakah itu yang tersisip di pinggangmu. Kecil saja, hanya layak untuk senjata bagi seorang perempuan,” tegur Tariq sambil mengusik.

Shuaib menarik senjata yang masih tersembunyi di dalam warangka yang dibuat dari tanduk kerbau. Walaupun ringkas, sampir yang berbentuk seperti perahu melintang itu tetap berhias salutan perak berukir halus.

Perlahan-lahan dia menarik keluar mata atau pamor keris yang dibuat dari tahi bintang. Tidak seperti mata pedangnya yang bersinar-sinar dipanah matahari, pamor keris itu kelihatan kusam saja. Tapi jangan sekali-kali dipandang rendah akan ketajaman keris berluk gasal ini. Irama luknya tidak terlalu rengkol atau samar, hanya sedang-sedang saja namun mampu merodok perut musuh dan menyembur darah merah lalu mencabut nyawa, dengan izin Allah.

Keris itu bukan keris Mataram yang ditempah dengan sembilan jenis besi dari sembilan tempat yang berbeza dan punya kesaktian luar biasa. Kerisnya itu bukan jua keris yang digunakan oleh panglima terbilang Hang Tuah bernama Taming Sari yang dibuat dari dua puluh jenis besi. Kerisnya itu hanyalah keris yang ditempah oleh ayahandanya menggunakan besi dari tahi bintang dan dihadiahkan sewaktu usianya baru tiga tahun.

Senjata bermata dua itu bukan sekadar alat mempertahankan diri, tetapi ia juga adalah lambang budaya masyarakat Melayu yang dia pegang kemas walaupun sudah beribu-ribu batu jauhnya dari tanah tumpah darahnya.

2 comments:

Anonymous said...

hhmmm...

bunyi cam best!
pe sambungannye..?
tak sabar nak tunggu!

p/s: thnx 4 d comment!

khairyn said...

Sedang mencari ilham yang mana menghilang huhuhu